Selamat Datang di Situs Relasi Investor Watsons Indonesia
BAHASA INDONESIA

Manajemen Risiko

Dampak risiko bisnis

Aktivitas PT Duta Intidaya Tbk (“Perseroan”) memiliki risiko operasional tertentu yang berada di luar kendali Perseroan. Usaha Perseroan untuk selalu menjaga risiko-risiko antara lain:

  1. pengoperasian berdasarkan prosedur standar operasional dalam melaksanakan segala kegiatan operasional Perseroan;
  2. pengendalian internal yang efektif dalam menjaga kegiatan dan aset Perseroan; dan
  3. mewajibkan semua karyawan untuk menandatangani dan mematuhi suatu janji integritas.

Dampak risiko keuangan

Aktivitas Perseroan rentan terhadap berbagai risiko keuangan seperti risiko nilai tukar mata uang asing, risiko suku bunga, risiko kredit dan risiko likuiditas. Program manajemen risiko Perseroan diciptakan untuk mengurangi dampak dari ketidakpastian pasar keuangan dan kemungkinan timbulnya akibat yang merugikan terhadap kinerja keuangan Perseroan.

  1. Risiko nilai tukar mata uang asing

    Perseroan rentan terhadap risiko nilai tukar mata uang asing terutama dari pembelian barang dagangan dan beban usaha. Perseroan memantau fluktuasi mata uang asing dan dapat melakukan lindung nilai terhadap eksposur fluktuasi mata uang asing untuk transaksi yang sudah diketahui dan diikat.

  2. Risiko tingkat suku bunga

    Perseroan menghadapi risiko tingkat suku bunga yang disebabkan oleh perubahan tingkat suku bunga pinjaman yang dikenakan bunga. Suku bunga atas pinjaman dapat berfluktuasi sepanjang periode pinjaman. Kebijakan keuangan memberikan panduan bahwa eksposur tingkat bunga harus diidentifikasi dan diminimalisasi/dinetralisasi secara tepat waktu.

    Perseroan berpandangan bahwa eksposur terhadap risiko suku bunga arus kas adalah rendah, oleh karena itu, tidak ada tindakan yang diambil.

  3. Risiko kredit

    Perseroan menghadapi risiko kredit terutama dari kas di bank dan eksposur kredit yang diberikan kepada pemasok sehubungan dengan diskon penjualan dan insentif yang dapat diklaim serta pendapatan dari kegiatan promosi. Perseroan mengelola risiko kredit kas di bank dengan menempatkan kas pada bank-bank yang memiliki reputasi yang baik dan dengan memantau umur piutang dan melakukan transaksi dengan pemasok yang memiliki reputasi baik.

    Selain itu, tidak terdapat konsentrasi risiko kredit karena Perseroan memiliki banyak pemasok tanpa adanya pemasok individu yang signifikan.

    Perseroan berkeyakinan bahwa risiko kredit dari piutang kartu kredit tidak signifikan karena piutang tersebut merupakan piutang dari bank yang memiliki reputasi dan umumnya diselesaikan dalam waktu 2 (dua) atau 3 (tiga) hari dari tanggal transaksi.

    Piutang lain-lain merupakan piutang dari pihak ketiga yang tidak mempunyai sejarah gagal bayar dan pihak berelasi.

    Eksposur maksimum Perseroan atas risiko kredit adalah sebesar nilai tercatat pada masing-masing aset keuangan.

  4. Risiko likuiditas

    Perseroan mengelola risiko likuiditas dengan memantau proyeksi dan arus kas aktual secara reguler. Perseroan berkeyakinan bahwa siklus penerimaan kas memungkinkan Perseroan untuk memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo.

Dampak risiko permodalan

Tujuan Perseroan dalam pengelolaan permodalan adalah untuk melindungi kemampuan Perseroan dalam mempertahankan kelangsungan usaha Perseroan guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya.

Untuk mempertahankan atau menyesuaikan struktur modal, Perseroan menyesuaikan jumlah dividen yang dibayar kepada pemegang saham atau menerbitkan saham baru.

Perseroan secara periodik menelaah dan mengelola struktur modal untuk memastikan struktur modal dan pengembalian ke pemegang saham yang optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan modal di masa yang akan datang dan efisiensi modal Perseroan, profitabilitas sekarang dan yang akan datang, proyeksi arus kas operasi, proyeksi belanja modal dan proyeksi peluang investasi yang strategis.